Sheikh Sulaiman
Apakah Karyawan Anda Bekerja untuk Menghidupi Perusahaan, atau Perusahaan Anda Hadir untuk Menghidupi Karyawan?
Pertanyaan ini sering kali menjadi batas tipis yang membedakan antara seorang "Bos" dan seorang "Pemimpin Sejati".
Jika kita mencari cetak biru terbaik tentang bagaimana seorang pemilik bisnis (Direktur) seharusnya memperlakukan timnya, kita perlu menengok kisah luar biasa dari Sheikh Sulaiman bin Abdul Aziz Al Rajhi, pendiri Al Rajhi Bank, salah satu bank syariah terbesar di dunia.
(Bagi teman-teman yang saat ini sedang berkesempatan ibadah haji di Arab Saudi, atau yang sudah pernah Haji atau Umroh, pasti familiar dengan bank Rajhi, karena kantornya ada di mana mana)
Mengapa hubungan beliau dengan para pekerja begitu inspiratif?
1. Memimpin dengan Empati
Sebelum menjadi salah satu orang terkaya di dunia, Sheikh Sulaiman adalah seorang kuli panggul dan pengumpul kayu bakar. Beliau pernah berada di posisi paling bawah.
Karena pernah merasakan langsung beratnya memeras keringat dengan upah minim, beliau tidak pernah melihat karyawannya sebagai "biaya produksi" (cost), melainkan sebagai mitra perjuangan. Beliau memahami lelahnya mereka, menghormati martabat mereka, dan memastikan hak-hak mereka ditunaikan dengan adil.
2. Kesejahteraan Pekerja adalah "Profit" yang Sesungguhnya
Bagi Sheikh Sulaiman, kesuksesan bisnis tidak diukur dari seberapa gemuk rekening pribadinya, melainkan dari seberapa sejahtera orang-orang yang membantunya membangun bisnis tersebut.
Saat mendirikan Al Watania Poultry (salah satu perusahaan unggas terbesar di Timur Tengah), misi utamanya adalah membuka puluhan ribu lapangan kerja yang layak. Beliau selalu memastikan lingkungan kerja yang manusiawi dan sistem kompensasi yang mengangkat derajat hidup para pekerjanya. Beliau percaya: Jika kita menjaga manusia yang bekerja untuk kita, maka Allah yang akan menjaga bisnis kita.
Di dunia korporat yang serba cepat, sering seorang pemimpin untuk terjebak pada angka turnover, target OEE, atau profit margin, hingga terkadang lupa pada aspek manusianya.
Kisah Sheikh Sulaiman Al Rajhi mengingatkan kita para profesional, manager, dan pemilik bisnis:
+. Loyalitas karyawan tidak bisa dibeli dengan tuntutan, ia tumbuh dari rasa aman dan dihargai.
+. Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang memanusiakan manusianya.
+. Ketika seorang bisnis owner meletakkan kesejahteraan pekerjanya di atas ego pribadinya, bisnis itu tidak hanya akan bertumbuh secara angka, tetapi juga memiliki "jiwa" dan keberkahan yang panjang.
Mari kita tanya pada diri kita hari ini: Sudahkah kita memperjelas solusi bagi bisnis kita, sekaligus memberikan ketenangan bagi tim yang mengeksekusinya?
Salam Sehat..
Cucun W. Widodo
Manufaktura-id
#Leadership #EmployeeEngagement #BusinessEthics #PeopleFirst #Inspiration #CorporateCulture
Comments
Post a Comment