Design for Manufacturing
Di sebuah workshop fabrikasi, ada satu proyek yang awalnya terlihat simple: membuat rangka baja untuk kebutuhan produksi. Gambarnya sudah jadi. Material sudah datang. Tim sudah siap. Semua tampak “on track”. Tapi begitu masuk ke proses, masalah mulai muncul. Welder kesulitan menjangkau titik sambungan. Beberapa bagian harus dibongkar ulang karena urutan pemasangan tidak memungkinkan. Hasil akhir sedikit melengkung, tidak terlihat ekstrem, tapi cukup untuk membuat assembly berikutnya jadi sulit. Akhirnya? Waktu molor. Biaya bertambah. Dan yang paling terasa: energi tim habis untuk memperbaiki, bukan membuat. Beberapa hari kemudian, proyek serupa dikerjakan oleh tim lain. Kali ini, sebelum produksi dimulai, mereka duduk bersama. Bukan untuk mengubah desain, tapi untuk memastikan : “Apakah ini benar-benar bisa difabrikasi dengan efisien?” Mereka mulai melihat dari sudut pandang workshop: Apakah semua titik las bisa dijangkau? Urutan assembly-nya seperti apa? Ap...