Posts

Sheikh Sulaiman

  Apakah Karyawan Anda Bekerja untuk Menghidupi Perusahaan, atau Perusahaan Anda Hadir untuk Menghidupi Karyawan? Pertanyaan ini sering kali menjadi batas tipis yang membedakan antara seorang "Bos" dan seorang "Pemimpin Sejati". Jika kita mencari cetak biru terbaik tentang bagaimana seorang pemilik bisnis (Direktur) seharusnya memperlakukan timnya, kita perlu menengok kisah luar biasa dari Sheikh Sulaiman bin Abdul Aziz Al Rajhi, pendiri Al Rajhi Bank, salah satu bank syariah terbesar di dunia. (Bagi teman-teman yang saat ini sedang berkesempatan ibadah haji di Arab Saudi, atau yang sudah pernah Haji atau Umroh, pasti familiar dengan bank Rajhi, karena kantornya ada di mana mana) Mengapa hubungan beliau dengan para pekerja begitu inspiratif? 1. Memimpin dengan Empati Sebelum menjadi salah satu orang terkaya di dunia, Sheikh Sulaiman adalah seorang kuli panggul dan pengumpul kayu bakar. Beliau pernah berada di posisi paling bawah. Karena pernah merasakan langsung be...
  Alur Budgeting Perusahaan Manufaktura-id (PT. Sahabat Bersama) Berikut adalah contoh alur budgeting yang lebih profesional dan cocok untuk perusahaan fabrikasi, machining, dan proyek sipil yang sedang membangun fondasi bisnis jangka panjang. 1. Alur Dasar Arus Keuangan Perusahaan Uang Masuk dari Customer ↓ Rekening Utama Perusahaan ↓ Pemisahan Budget Berdasarkan Pos Anggaran ↓ Operasional Proyek & Operasional Perusahaan ↓ Sisa Laba Ditahan / Kapitalisasi Perusahaan 2. Struktur Pos Anggaran Utama A. Biaya Langsung Proyek (Direct Cost) Pos yang langsung digunakan untuk menjalankan proyek. Contoh: Material Pembelian besi/baja Jasa machining external Vendor/subkon Ongkos produksi Transportasi proyek Consumable tools Biaya instalasi Biaya teknisi lapangan Persentase Ideal Awal: ± 45–65% dari uang masuk proyek B. Modal Kerja Operasional (Working Capital) Dana yang diputar agar perusahaan tetap bisa berjalan me...

HPP & Budget Marketing

Image
  konsep Cost Accounting terkait HPP maupun pengelolaan budget marketing/sales dalam konteks bisnis manufaktur dan B2B. Secara sederhana: HPP (Harga Pokok Produksi) HPP adalah total biaya untuk menghasilkan produk sampai siap dijual. Dalam manufaktur biasanya terdiri dari: Bahan baku langsung Tenaga kerja langsung Overhead produksi listrik mesin penyusutan mesin tooling coolant maintenance consumable reject/scrap dll Untuk bisnis seperti Manufaktura-id (precision machining, industrial blade, dies & tooling), HPP sering menjadi penentu utama: margin, daya saing harga, dan cashflow. Yang sering jadi masalah di manufaktur: harga jual dibuat “mengikuti pasar” tapi HPP tidak dihitung detail akhirnya order ramai tapi profit tipis atau bahkan rugi tanpa sadar. Dalam bisnis engineering/custom manufacturing, HPP juga harus memperhitungkan: setup time, engineering time, trial & error, rework, downtime, risiko custom job, emergency handling, hingg...

Kurs USD Naik?

  Kurs USD Naik? Saatnya Re-Strategi: Mengubah Tekanan Menjadi Momentum Lokalisasi Manufaktur Memandang pelemahan Rupiah sebagai ancaman adalah cara pandang yang biasa. Bagi pelaku industri yang matang, situasi ini justru merupakan indikator kuat bahwa ada yang harus segera dibenahi dalam strategi operasional kita. Memang tidak bisa dimungkiri, saat Rupiah merosot terhadap USD, efek domino di lantai produksi langsung terasa nyata: Biaya impor langsung melonjak tajam. Harga bahan baku mendongak , mengikis margin yang sudah tipis. Cash flow bergerak semakin ketat dan menantang. Daya beli pasar domestik melesu , yang ujung-ujungnya menekan volume order produksi. Namun, sejarah industri berulang kali membuktikan satu hal: perusahaan yang bertahan di masa krisis bukanlah yang bermodal paling besar, melainkan yang paling tangkas beradaptasi. Gejolak kurs ini sebenarnya adalah trigger atau momen koreksi strategis. Selama ini, banyak manufaktur terjebak di zona nyaman—terlalu bergantung...

“Tolong Dipercepat Ya Pak… Ini Prioritas”

  “Tolong Dipercepat Ya Pak… Ini Prioritas” Di sebuah workshop machining dan fabrikasi, ada satu order yang sejak awal diberi label: “urgent”. Customer berkali-kali menghubungi tim produksi: “tolong diprioritaskan” “delivery jangan telat” “customer kami sudah menunggu” “ini proyek penting” Akhirnya workshop mulai mengatur ulang jadwal produksi. Mesin yang tadinya dipakai untuk order lain dihentikan sementara. Material dipotong lebih dulu. Program CNC mulai dibuat. Operator diminta standby lembur. Semua bergerak cepat. Tetapi beberapa jam setelah proses machining mulai berjalan, email baru masuk: “Ada revisi drawing sedikit.” Sedikit. Satu hole bergeser. Ketebalan berubah. Ada tambahan chamfer. Tolerance diperketat. Tim produksi mulai menyesuaikan ulang setup. Jig dibongkar. Program direvisi. Material yang sudah diproses sebagian harus dicek ulang. Belum selesai sampai di situ. Keesokan harinya muncul lagi: “Mohon hold dulu, masih menunggu approval f...

Garis tipis antara "pakar" dan "penghambat".

Selama lebih dari dua dekade saya mondar-mandir di lantai produksi, saya sering sekali bertemu dengan sosok yang kami sebut sebagai "nyawa" pabrik. Orang-orang biasanya memanggilnya "Profesor" atau "Suhu". Dia adalah tipe orang yang kalau mesin down , cukup denger suaranya dari jarak 10 meter, dia sudah tahu baut mana yang kendor atau sensor mana yang kotor. Pengalamannya bukan cuma soal teori, tapi sudah menyatu dengan insting. Belasan tahun dia jadi penyelamat perusahaan saat produksi macet total. Masalahnya, ada garis tipis antara "pakar" dan "penghambat". Pelan-pelan, si Profesor ini mulai merasa bahwa metodenya adalah satu-satunya kebenaran. Setiap kali ada tim engineering muda membawa usulan perbaikan atau kaizen baru, jawabannya selalu klise: "Dulu cara ini sudah pernah dicoba dan gagal." "Teori kalian di kampus itu beda dengan realita di line produksi." "Kenapa harus pakai sistem digital? Pakai cara ma...

pisau granulator

Di workshop kami, satu hari customer datang membawa beberapa bilah pisau granulator , terbungkus rapi.  Tim membuka kemasan, .tampak jelas pisau sudah “lelah bekerja”. Tidak ada yang “rusak parah”. Tidak patah. Tidak retak. Tapi  edge-nya sudah kehilangan ketajaman alias tumpul. Pada saat sebelumnya kami visit ke pabrik customer mereka mengeluhkan : Mesin terasa lebih berat Ampere naik Hasil cacahan tidak seragam Kadang material malah seperti “tertarik”, bukan terpotong Dan seperti kebanyakan kasus, dugaan awal selalu sama: “Mungkin mesinnya bermasalah.” Tapi kami itu punya kebiasaan berbeda. kami mulai dari pisau . Saat dilakukan pengecekan lebih detail: Sudut potong sudah berubah tipis Permukaan tidak lagi perfectly flat Ada micro-wear yang tidak terlihat tanpa alat ukur Tidak ekstrem. Tapi cukup untuk mengubah cara material diproses. Karena dalam granulator, yang terjadi seharusnya bukan “menghancurkan”. Melainkan: menggunting. Pisau g...