“Pak Cucun, boleh saya telpon sekarang?”
Notifikasi WhatsApp saya berbunyi.
Dari seorang kolega lama.
“Pak Cucun, boleh saya telpon sekarang?”
Tanpa banyak basa-basi, saya jawab,
“Silakan, Pak.”
Beberapa detik kemudian WhatsApp Call masuk.
Obrolan kami berlangsung cukup lama.
Awalnya ringan.
Tanya kabar.
Update singkat.
Lalu masuk ke inti pembicaraan.
Beliau baru saja pindah kerja.
Saat ini menjabat sebagai Corporate Operational Manager di Head Office Jakarta, membawahi 2 plant di Bekasi.
Posisi baru.
Tanggung jawab besar.
Dan tentu saja, masa probation.
Kita semua tahu, masa probation di level managerial bukan sekadar adaptasi.
Itu adalah fase pembuktian.
Dan seperti perkiraan saya, beliau tidak datang dengan tangan kosong.
Beliau sudah menyiapkan beberapa program improvement:
-
Perbaikan sistem kerja
-
Peningkatan produktivitas
-
Efisiensi proses
-
Penguatan kontrol operasional
Namun yang sering menjadi tantangan di fase ini adalah:
Ide itu mudah.
Eksekusi itu yang sulit.
Banyak improvement berhenti di:
-
Slide presentasi
-
Diskusi meeting
-
Notulen rapat
-
Timeline yang tidak pernah benar-benar jalan
Di situlah beliau menghubungi saya, untuk berdiskusi.Iya, sejak lama saat masih berada dalam satu korporasi, saya memang partner diskusi dengan beliau, dan tak disangka, sampai sekarang masih klop dengan saya.
Dan tentu saja saya sangat senang bahkan saya sampaikan lebih jauh dari itu:
“Saya siap menjadi partner / konsultan atau apalah namanya. Bukan hanya di ranah diskusi. Bahkan hingga turun sampai ke tahap realisasi.”
Ini penting, karena improvement harus:
-
Diukur
-
Dijalankan
-
Dikawal
-
Dan terlihat hasilnya
Selama saya berkecimpung di dunia manufaktur dan improvement system, biasanya:
Orang tidak kekurangan ide.
Orang kekurangan partner eksekusi.
Banyak manajer punya visi.
Banyak perusahaan punya target.
Tapi tidak semua punya sparring partner yang mau ikut masuk ke lapangan, ikut melihat data, ikut menghitung risiko, ikut memikirkan BEP, dan ikut mengawal implementasi.
Telepon itu mengingatkan:
Relasi yang dijaga dengan baik, suatu hari akan kembali dalam bentuk kepercayaan.
Jika Anda saat ini berada di fase:
-
Baru masuk posisi baru
-
Sedang masa pembuktian
-
Atau sedang menyiapkan program improvement
Mungkin yang Anda butuhkan bukan vendor.
Tapi partner berpikir.
Partner eksekusi.
Partner yang ikut bertanggung jawab pada hasil.
Karena pada akhirnya, yang dinilai bukan seberapa bagus ide kita.
Tapi seberapa nyata dampaknya.
Salam Sehat...
Cucun W. Widodo (IG : cucunwahyudi1)
https://www.linkedin.com/in/cucun-w-widodo-724157a3/
Tulisan ini berdasarkan pengalaman lapangan saya di industri bisnis manufaktur.

Comments
Post a Comment