Improvement Itu Bukan Biaya. Tapi Kapan Dia Balik Modal?
Dari total produksi rata-rata 1 juta lembar per bulan, artinya ada 50.000 lembar yang keluar dari spesifikasi.
Hasil analisa menunjukkan sesuatu yang menarik:
Dari 5% defect tersebut, sekitar 3% (30.000 lembar) berasal dari sistem potong di boardmill.
Masalahnya bukan pada mixing material, bukan pada layering board..
Tapi pada proses akhir:
-
Rel potong kurang presisi
-
Clamp tidak stabil
-
Setting tekanan blade berubah-ubah
-
Vibrasi menyebabkan edge retak
Karena terjadi di ujung proses, masalah ini sering dianggap “masih bisa ditangani”.
Dan memang benar — sebagian bisa dirework.
Apa yang Sebenarnya Terjadi di Lapangan?
Mari kita uraikan alurnya.
Kondisi Awal
Produksi divisi boardmill rata-rata: 1.000.000 lembar / bulan
COGS per lembar: Rp35.000
Defect total 5% = 50.000 lembar
Dari 50.000 lembar defect:
-
Sebagian besar masuk proses rework
-
Sisanya langsung menjadi scrap
Rework dilakukan dengan:
-
Potong ulang
-
Perapihan sisi
-
Sorting tambahan
-
Penyesuaian ukuran
Rework memang menyelamatkan sebagian produk.
Tetapi rework bukan gratis.
Biaya yang Jarang Dihitung
Setiap lembar yang dirework sudah mengandung:
-
Material penuh
-
Energi produksi penuh
-
Tenaga kerja penuh
-
Waktu mesin penuh
Saat masuk rework, ditambah lagi:
-
Energi tambahan
-
Tenaga kerja tambahan
-
Waktu mesin tambahan
-
Risiko kerusakan tambahan
Rework memang mengurangi kerugian dari defect.
Tetapi tetap ada biaya ekstra yang tidak kecil.
Dan tetap ada sebagian yang akhirnya menjadi scrap.
Di Mana Letak Opportunity Besarnya?
Dari total defect 5%, sebanyak 3% (30.000 lembar) berasal dari sistem potong.
Artinya ada potensi langsung untuk menghilangkan 30.000 lembar defect per bulan jika sistem potong diperbaiki.
30.000 lembar x Rp35.000 =
Rp1.050.000.000 nilai COGS yang selama ini terdampak setiap bulan.
Itu belum termasuk biaya tambahan akibat rework.
Jika sistem potong diperbaiki dan defect turun dari 5% menjadi 2%, maka:
-
Volume rework turun drastis
-
Scrap akhir turun signifikan
-
Beban mesin dan operator berkurang
-
Kapasitas efektif meningkat
Proposal Improvement
Program yang diajukan:
-
Re-alignment rel potong boardmill
-
Upgrade sistem clamp agar tekanan stabil
-
Standardisasi parameter blade & preventive replacement
-
Training operator untuk kontrol dimensi presisi
Total investasi: Rp300 juta.
Awalnya terasa mahal.
Sampai dihitung kembali.
Mengubah Cara Melihat Angka
Jika 3% defect (30.000 lembar) bisa dieliminasi:
Potensi biaya yang tidak lagi bocor:
Rp1,05 miliar per bulan.
Bahkan jika diasumsikan tidak 100% hilang, dan hanya 70% berhasil ditekan:
Saving tetap sekitar Rp735 juta per bulan.
Dengan investasi Rp300 juta,
BEP tercapai dalam waktu kurang dari 1 bulan.
Setelah itu, setiap bulan sistem bekerja lebih stabil dan margin meningkat.
Pelajaran Penting
Banyak pabrik merasa aman karena:
“Defect masih bisa dirework.”
Padahal rework adalah tanda bahwa sistem belum stabil.
Rework memang mengurangi kerugian.
Tetapi rework tetap menyerap biaya, energi, dan kapasitas.
Dan semakin dekat defect terjadi di akhir proses, semakin mahal nilai yang hilang.
Pertanyaan yang Jarang Ditanyakan
Sebelum menilai improvement itu mahal, mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah:
Berapa besar biaya yang selama ini kita anggap normal?
Karena dalam manufaktur, kebocoran kecil yang dibiarkan setiap bulan…
bisa menjadi angka yang sangat besar ketika diakumulasi dalam laporan tahunan.
Dan sering kali, yang paling mahal bukanlah biaya perbaikannya.
Yang paling mahal adalah membiarkan sistem yang bocor terus berjalan tanpa pernah dihitung kapan ia seharusnya diperbaiki.
Salam Sehat...
Cucun W. Widodo (IG : cucunwahyudi1)
https://www.linkedin.com/in/cucun-w-widodo-724157a3/
Tulisan ini berdasarkan pengalaman lapangan saya di industri bisnis manufaktur.

Comments
Post a Comment