Naikkan Harga atau Naikan Volume Penjualan?

Mana yang sebenarnya lebih menguntungkan?

Ini pertanyaan yang sering muncul di dunia bisnis, khususnya B2B dan manufaktur.

“Kalau harga kita naik 10%, nanti volume penjualan turun.”
“Kalau kita turunkan harga 10%, volume penjualan bisa naik.”

Kelihatannya seimbang, Tapi tidak dengan profit.

 

 

Mari kita bahas.

Dimulai dengan Asumsi Dasar (Supaya Terukur)

Misalnya:

  • Harga awal (P) = 100

  • Volume awal (Q) = 100 unit

  • Revenue awal = 10.000

  • COGS per unit = 70

  • Gross profit per unit = 30

  • Total gross profit awal = 3.000

Fokus analisa: gross profit, karena ini yang langsung menentukan kemampuan bisnis bertahan dan berkembang.

SKENARIO 1

πŸ”Ί Harga naik 10% → Volume turun 10%

  • Harga baru = 110

  • Volume baru = 90 unit

Perhitungan:

  • Revenue = 110 × 90 = 9.900

  • Total COGS = 70 × 90 = 6.300

  • Gross Profit = 3.600

Perubahan:

  • Revenue Turun : (1%)

  • Volume Turun : (10%)

  • Gross profit Naik : 20%

πŸ“Œ Insight penting:
Meskipun jual lebih sedikit, profit justru naik signifikan.

 

SKENARIO 2

πŸ”» Harga turun 10% → Volume naik 10%

  • Harga baru = 90

  • Volume baru = 110 unit

Perhitungan:

  • Revenue = 90 × 110 = 9.900

  • Total COGS = 70 × 110 = 7.700

  • Gross Profit = 2.200

 

Perubahan:

  • Revenue Turun : (1%)

  • Volume Naik : 10%

  • Gross profit Turun : (26,7%)

πŸ“Œ Insight penting:
Kerja lebih banyak, jual lebih banyak, tapi profit tergerus tajam.

KESIMPULAN 

Menaikkan harga 10% walaupun volume turun 10% JAUH lebih menguntungkan secara profit
dibanding menurunkan harga 10% demi kenaikan volume 10%.

 

KENAPA INI TERJADI? (Logika Bisnisnya)

1. Harga bekerja langsung ke profit

Setiap kenaikan harga:

  • 100% masuk ke margin

  • Tidak menambah beban produksi

  • Tidak menambah kompleksitas operasional

Sedangkan volume:

  • Menambah beban produksi

  • Menambah risiko reject

  • Menambah tekanan delivery & cashflow

     

    2. Diskon adalah “pajak” permanen

    Harga turun:

  • Sulit dinaikkan kembali

  • Customer akan “mengingat” harga murah

  • Anda melatih market untuk nego, bukan value

 

Disclaimer : Kapan Analisa ini tidak berlaku.

Analisa ini bisa berubah jika:

  1. COGS sangat rendah (misalnya margin 70%+)

  2. Produk komoditas murni (tanpa diferensiasi)

  3. Pasar sangat sensitif harga (price war)

  4. Kapasitas produksi menganggur ekstrem

     

    Salam Sehat...
    Cucun W. Widodo (IG : cucunwahyudi1)
    https://manufaktura-id.blogspot.com

    Tulisan ini berdasarkan pengalaman lapangan saya di industri bisnis manufaktur. 

Comments

Popular posts from this blog

Hidden Cost of Quality

COGS: Angka Sunyi yang Diam-Diam Menentukan Untung atau Rugi

Yang Membuat Customer Pergi Bukan Defect