Yang paling Cocok, tidak selalu yang paling Mahal

Di jalanan, kita melihat berbagai jenis mobil berlalu-lalang dengan gaya dan harga yang bermacam-macam. Ada yang mahal, ada yang sederhana, ada yang sporty, ada yang tampak kokoh. Namun menariknya, setiap mobil tidak sekadar dibuat supaya terlihat keren, melainkan didisain sesuai peruntukannya.


Mobil FWD dengan rangka monocoque: ringan, irit, dan nyaman di jalan kota yang mulus. Cocok buat yang sehari-hari melewati jalur perkotaan.


Mobil RWD: tenaganya lebih maksimal di tanjakan. Ideal untuk daerah berbukit atau sering membawa beban berat.


Mobil dengan ladder frame: sasis kokoh, siap terjun ke medan yang kasar dan tidak rata.


Mobil dengan ground clearance rendah: stabil di kecepatan tinggi, pas untuk yang sering berkendara cepat di jalan tol.


Artinya, ukurannya adalah kesesuaian mobil dan jalan yang dilalui.

Tidak semua yang paling mahal adalah yang paling cocok. Yang terbaik adalah yang paling sesuai.


Hal yang sama berlaku ketika ada pelanggan bertanya kepada saya tentang material pisau industri terbaik. Secara teoritis, benar bahwa PCD (Polycrystalline Diamond) adalah salah satu material pisau paling keras dan tajam. Tetapi, saat masuk ke kebutuhan pabrik, saya tidak buru-buru menjawab “PCD”. Saya cek dulu: Material apa yang akan dipotong? Kondisi mesinnya bagaimana? Karakter produknya seperti apa?


Kalau ternyata benda yang dipotong (misalnya) adalah produk karet, seperti ban mobil, saya justru menyarankan HSS (High Speed Steel). Apakah HSS lebih keras dari PCD? Tidak. Apakah lebih mahal? Jelas tidak. Tapi inilah material yang paling cocok secara teknis, karena lebih fleksibel dan tidak mudah retak saat memotong material elastis seperti karet.


Dalam dunia manufaktur maupun kehidupan sehari hari, yang paling cocok sering kali jauh lebih berharga daripada yang paling mahal.

Karena fungsi terbaik bukan soal harga, tapi soal kesesuaian. 🙂


Salam Sehat..

Cucun W. Widodo


IG : @cucunwahyudi1

(saya sering posting proyek & insight efisiensi industri di sana.)


Comments

Popular posts from this blog

Hidden Cost of Quality

COGS: Angka Sunyi yang Diam-Diam Menentukan Untung atau Rugi

Yang Membuat Customer Pergi Bukan Defect