Satu Hari setelah menerima pesangon..
Ini kisah nyata lebih dari 10 tahun yang lalu..Saat 'Kelulusan Masal' dari sebuah pabrikan elektronik asal Jepang di kawasan EJIP.
Mirip sekali dengan kejadian saat lulus sekolah, ada diantaranya akan 'melanjutkan sekolah (cari kerja lagi)', ada yang ingin jadi juragan (travel, jemputan, pengusaha pempek, warung mie ethnic, penangkapan Tuna dll)... pokoknya riuh semua ide bisnis..
Manusiawi, pesangon saat itu belum disunat sama omnibus law..
Yah.. bebas saja, wong uang-uang sendiri..
Saya ingat dihari terakhir 31 Januari 2014 waktu itu, bahkan kita sempat mengundang Aa Gym sebagai pemberi tausiyah 'perpisahan', ada pesan yang masih terngiang sampai sekarang, "... hati hati melangkah ke depan, jangan sampai hari ini kita saling bersalaman, berpelukan haru, namun 10 tahun kemudian kita menjadi malu saat bertemu dengan teman kita hari ini..."
Hari ini, ada di antara teman yang saat itu belanja 'Elf' dan kemudian tidak kembali modal. Ada yang sewa ruko, ternyata hanya berbagi uang dengan pemilik ruko. Ada yang 'sekolah lagi' di perusahaan berikutnya dan bertambah konten portofolionya.
Adapula yang berbisnis kelontong dan alhamdulillah bisa bersaing dengan ****mart dan ****maret.
Beraneka jenis kisah perjalanan setelah 10 tahun dari hari mendapat pesangon..
Ada satu pengalaman dari sini : Hati Hati saat kita kehilangan pekerjaan dan pada saat yang sama kita sedang memegang uang lebih.
Ada keinginan kita berbelanja sesuatu yang mahal ( Beli mobil, sewa ruko, dll) dengan dalih modal usaha, tapi ternyata kita 'sedang membeli pekerjaaan'. Cerita selanjutnya.. 'pekerjaan' kita dapat, tapi revenue tidak.. uang melayang.. istilah bahasa jawa 'nguyahi segoro' (menebar garam ke lautan).
Yuk belajar business model canvas, sebelum masuk ke arena yang sesungguhnya, agar kita tidak menjadi pelaku 'nguyahi segoro'
Salam Sehat,
Cucun Wahyudi Widodo.
Comments
Post a Comment