KETENANGAN adalah...
Saya menemani anak saya bermain lebih dari satu jam. Lalu saya berkata, “Nak, tunggu sebentar ya, Bapak mau coba kolam yang dalam.”
>> Dulu, waktu SMP saya pernah belajar berenang, tidak jago, tapi bisa berenang. Namun kemudian dua dekade berikutnya saya tidak menyentuh air kolam, tidak pernah olah raga renang. <<
Saya melangkah menuju kolam dalam, lalu langsung melompat. Byur.
Dalam hitungan detik tubuh saya masuk ke air, dan saya mencoba gaya bebas… tidak berhasil. Pindah ke gaya dada… pun justru makin tenggelam.
Satu menit, dua menit, tiga menit, saya sadar: saya sudah lupa cara berenang dan lupa cara mengapung..!!!
Alih-alih panik, saya memilih tenang. “Ya sudah, tenggelam saja dulu,” pikir saya. Toh hanya 4 meter.
Begitu kaki menyentuh dasar kolam, saya lipat lutut dan dorong tubuh ke atas. Hup! Kepala muncul sesaat, cukup untuk mengambil napas.
Saya ulangi dorongan kedua untuk melihat di mana tepian kolam terdekat.
Lalu tenggelam lagi, berjalan di dasar kolam menuju tepi. Saat napas habis, saya dorong lagi ke atas. Begitu terus : tenggelam, berjalan, naik ambil napas, hingga akhirnya saya berhasil mencapai tepian.
Saya naik ke tepian kolam, menepuk-nepuk tubuh yang basah, dan kembali ke kolam anak. Sambil bergumam: orang-orang di sekitar kolam tampaknya tidak ada yang sadar bahwa barusan ada orang yang “tidak bisa berenang” nekat lompat ke kolam dalam.
Saya selamat. Dan yang penting… harga diri pun ikut selamat.🙂🙃
Itulah KETENANGAN..!
“Ketenangan tidak menghilangkan masalah, tetapi menyelesaikan 80% kerumitan hidup. Sebab sebagian besar beban bukan datang dari masalahnya, melainkan dari cara kita bereaksi.”
Jika kita telah berhasil TENANG, maka tinggal 20% masalah yang perlu kita selesaikan.
Salam Sehat..
Cucun W. Widodo
IG : @cucunwahyudi1
(saya sering posting proyek & insight efisiensi industri di sana.)
Comments
Post a Comment