Efek Dunning-Kruger

 


Dulu Waktu Kecil, Kita Merasa Sudah Jadi Jagoan...


Saat kelas 1 SMP, saya mulai belajar seni bela diri.
Baru dua bulan latihan, rasanya sudah seperti Brama Kumbara atau Mantili dari serial Saur Sepuh — drama radio legendaris era 80-an.

Ketemu siapa pun, langsung siap pasang jurus. Teman-teman mulai segan. Tapi semua berubah waktu saya bertemu teman yang badannya jauh lebih besar.

Seperti biasa, saya "unjuk jurus". Tapi kali ini, saya dilawan...
Digulat. Dipiting. Terkunci.
Dan akhirnya... teriak:
"Ampun... ampun..."

Sejak hari itu, saya berhenti "petakilan". Saya terus belajar bela diri sampai tuntas — 3 tahun, lulus ujian akhir.

Yang menarik, saat lulus justru muncul pemahaman baru:
Bahwa bela diri bukan tentang "siapa yang paling kuat", tapi bagaimana bisa menghindari konflik, dan bersikap benar di saat darurat.

Isi kepala saya waktu itu jauh berbeda dibanding saat baru 2 bulan belajar.

Baru belakangan saya tahu, fenomena itu punya nama:
Efek Dunning-Kruger.

Ketika seseorang yang baru tahu sedikit, merasa sudah tahu segalanya.

Tahapan belajar sering kali seperti ini:

1. Baru tahu sedikit → merasa sangat pintar (puncak kepercayaan diri)

2. Belajar lebih dalam → merasa bingung dan bodoh (lembah kerendahan diri)

3. Terus belajar → tumbuh percaya diri secara realistis

Jadi kalau kamu pernah merasa,
“Kok makin belajar, malah makin merasa nggak tahu apa-apa ya?”
Tenang, kamu sedang berada di jalur yang benar.

Comments

Popular posts from this blog

Hidden Cost of Quality

COGS: Angka Sunyi yang Diam-Diam Menentukan Untung atau Rugi

Yang Membuat Customer Pergi Bukan Defect